26 April 2010

Dia

Katanya...
Dia itu ada
Ada buat kita semua
Tidak selalu harus dimiliki
Tapi selalu tulus tanpa pamrih

Dia itu...
Tidak masuk akal
Menyenangkan pada awalnya
Aneh dan indah

Dia itu pilihan...
Bukan dia yang memilih
Baik atau buruk
Salah atau benar
Sejati atau monyet
Itu pilihan bukan takdir

Dan katanya...
Dia tidak mencari kita
Dia hanya memberi tanda
Tanda yang seringkali tidak dimengerti

Dia harus dicari
Harus diraih
Dengan segenap upaya

Karena malu hanya alasan
Segan itu cuma pikiran
Tidak ada dia tanpa usaha

Dia tidak datang ketika ditunggu
Dia datang dan pergi sesukanya
Percayalah pada waktu
Karena diam bukan solusi
Cari kejar dan raih

Maka bersiaplah untuk mendapatkan dia

Orang yang Berpikir Dia Bisa

Jika kamu pikir kamu kalah......maka seperti itulah kamu

Jika kamu pikir kamu tidak berani......maka kamu memang tidak berani

Jika kamu ingin menang......tetapi kamu berpikir kamu tidak akan bisa......maka hampir pasti kamu tidak akan menang

Jika kamu berpikir kamu akan kalah....kamu telah kalah.....karena di dunia ini kita tahu bahwa kesuksesan dinilai dari harapan seseorang......semuanya dimulai dari pikiran

Jika kamu berpikir kamu adalah orang unggulan......maka seperti itulah kamu.....kamu harus berpikir tinggi untuk meningkat.....kamu harus yakin dengan diri kamu sendiri sebelum kamu bisa memenangkan hadiahnya

Perjuangan hidup tidak selalu berpihak pada orang-orang terkuat atau tercepat.....tetapi cepat atau lambat......orang yang menang.......adalah orang yang berpikir dia bisa!!

Anugrah Terindah

Kau selalu ada

Saat ku sedih
Ketika ku gundah
Waktu ku hampa

Kau tentramkan ku dengan bijakmu
Kau damaikan ku dengan senyummu
Kau warnai hatiku dengan kasihmu

Aku tahu kau lelah
Aku mengerti ketika kau marah
Aku sadar saat kau terluka

Tapi kau selalu ada untukku....disampingku......hanya untukku

Sungguh aku manusia tak sempurna
Tak sepantasnya lah aku memiliki mu

Waktu tak bisa membayar semua kasihmu
Hidupku tak akan bernilai tanpa senyum mu

Terimasih Tuhan
Atas Anugrah Terindah yang kau telah berikan.......kepada ku

24 Agustus 2009

Tak Ada Daya Upaya

Hidup ini adalah sebuah misteri
Yang terkadang sulit kita tembus
Banyak pintu yang harus kita lalui
Dan kita pilih

Terkadang manusia berdiri dengan congkak
Sesungguhnya hanya untuk menutupi kekurangannya
Dia takut orang kan memandang sebelah mata
Semua itu hanya mengurangi nilainya sebagai manusia

Mengapa dia tak menyadari
Roda kehidupan tak selalu diatas
Mengapa dia tak merenungi
Masih banyak ketimpangan yang terbias di dirinya

Bukankah hidup kita hanya untuk-Nya
Bukankah pengabdian kita hanya untuk-Nya
Mengapa ada yang merasa seperti Tuhan Sang Pencipta
Yang memiliki dan berkuasa

Sungguh manusia makhluk tak sempurnya
Banyak khilaf dan alpa
Tak sepatutnyalah dibanggakan
Karena manusia hanya diberi sedikit kemampuan dan tak punya daya upaya

Laa haula walaa quwwata illabillaahil ’aliyyil ’aziim

by: Ian

02 April 2009

9 Tahun Bersama (Sebuah Puisi buat Istriku)

Sembilan tahun...
Bersama membangun bahagia
Dengan tangis dan tawa

Sembilan tahun...
Bersama menyambut waktu
Berselimut sabar dan ikhlas

Sembilan tahun...
Bersama menyongsong harapan
Berteman kasih sayang yang tulus...

Sembilan tahun...
Bersama dua malaikat kecil bernama masa depan
Mencoba meraih, mencapai damai

Terimakasih sayang
Atas semua kasih dan perhatian buatku, juga untuk dua malaikat kecilku
Maaf belum buatmu bahagia
Walau beribu sayangmu telah kudapat

Bukan maksud membuat derita
Hanya khilaf manusia biasa

Pasti Tuhan tahu
Dalam ketidaksempurnaan dan kebodohan
Selalu tersimpan rasa sayang yang mendalam dan tulus.....
Buat istriku tercinta

Happy 9 years Wedding Anniversary
my dearest wife
I love you more than word can say

1 April 2000 – forever

23 Januari 2009

PEREMPUAN YANG DICINTAI SUAMIKU

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.K ami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah.

Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulangkerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.

Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona.

Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemudengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya," Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulangkerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu.

Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? .... karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa-nya, dan memanggilku, "Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untukmengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun akumenikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yangtumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik oranglain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.

Meskipun adatembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya. Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju.

Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkanaku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk danmelamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlahdia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu,aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. KebahagiaanMario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga."


Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamuyang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif inginmemilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku…

Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima


Di surat yang lain,

………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuhcinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……


Disurat yang kesekian,

…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu,aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros,dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu,untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.


Disurat terakhir, pagi ini…

…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup,karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidaksakit.

Tahukah engkau suamiku,Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"


Jelita menatap Meisha, dan bercerita," Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.

Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakitdi hatinya, tapi dia sangat dewasa. Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar….Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in peace...)

14 Oktober 2008

Aku Ingin Dekat (lagi)

Aku pernah dekat, dan rasanya dekat sekali tapi itu dulu...

Aku menjauh dan rasanya semakin menjauh saja...

Sulit...Selalu ada alasan ketika berusaha mendekat kembali...

Ketika sedang susah, itu bukan waktu yang tepat untuk mendekat...

Waktu terbaik adalah ketika sedang senang...

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali...

Tidak ada waktu lagi...karena kita tidak pernah tau apakah waktu akan selalu ada buat kita...

Lakukan malam ini, bukan besok, bukan minggu depan, bukan bulan depan, bukan tahun depan tapi malam ini...

Lakukanlah jangan ditunda...

Lakukan terus...

Lakukan setiap malam... jangan pernah berhenti... Dan bersiaplah untuk dekat...dekat sekali...

Jangan lakukan kalau takut untuk disayang...

Jangan lakukan setiap malam kalau takut hati jadi tenang...

Jangan lakukan hanya karena mengharap sesuatu...

Kantuk selalu yang dijadikan alasan...

Jangan pernah lakukan hanya untuk mengejar duniawi...percuma!

Lakukan lah hanya jika ingin ridho-Nya...

Aku ingin kembali dekat seperti dulu...dekat sekali...tenang sekali rasanya...indah

Misteri Dugem

Enaknya dugem tuh masih menjadi misteri buat gue...

Musiknya sih boleh...gue suka musik ajeb-ajeb...musik yang nggak pake mikir pas dengerin....Suasana club sih juga oke...buat sekali-sekali ngilangin penat...nikmatin musik...joget-joget sambil ngeliatin orang-orang disana yang nggak mikirin dosa...atau at least berasa umurnya bakal panjang...atau kayaknya nggak bakal inget masih ada anak-anak yang harus diurus masa depannya...

Selalu...gue mungkin menjadi satu-satunya orang yang non smoking dan non alkohol di tempat seperti itu....tapi nggak masalah bukan selama tetep bisa menikmati suasana...Tapi...gue nggak yakin puluhan atau bahkan ratusan orang itu sama seperti gue...Bisa clubbing tanpa alkohol...hmmm...I don't think so...

Yang ada...nggak cuma alkohol yang berperan tapi juga drugs...obat nggak nggak penting itu....zat yang dahsyat itu katanya....sesuatu yang bikin ON tapi badan rasanya nggak karu-karuan abisannya...yang bisa buat ON tapi bikin sariawan dan melek dua hari tuh basiannya....itu biasa dilakukan oleh orang-orang yang bangga dengan sebutan Clubbers...cewek maupun cowok...anak muda atau yang masih merasa muda...yang single maupun yang dah punya anak....orang yang dibenci dan mungkin orang yang kita sayang...

Dan jangan-jangan itulah enaknya dugem...kepala pusing bak kondean....mulut sariawan....melek terus nggak bisa tidur....badmood...jutek...bete...merasa nggak perlu temen...nggak perlu orang lain....dan mungkin lupa juga sama yang namanya Tuhan.....atau malah jadi inget...atau sesal...sesaat....

Oooohhh jadi itu toh enaknya dugem....enaknya ajeb-ajeb..sambil mabok....ngiprit....tripping....ya ya ya...

Selalu coba untuk ngerti....tapi selalu masih nggak ngerti dan mungkin memang nggak pernah akan ngerti....dan jangan-jangan memang nggak perlu untuk dimengerti...nggak perlu peduli...

Tapi cinta sayang peduli perhatian dan Tuhan...hanya itu yang bisa membuat sadar dan mengerti....

28 Juli 2008

Staying Together - Choosing to Make Your Marriage Work

It is so convenient these days to get divorced when your marriage isn't "working out" the way you would like. Before you sign those papers consider staying together.

Whether you are on your first marriage or your fifth, you can make the choice to stay together and make it work, even if it feels like the marriage is over. In our society divorce is no longer considered scandalous as it was in years past. This makes it easier to choose divorce as an option if things aren’t “working out” the way you had planned. At some point though, you may want to say enough is enough. I’m going to stick this out, I made vows and I intend to make my marriage work.

Marriage is a partnership if you can view it as such instead of an emotional state you will find it easier to stick with it. Consider for example a business relationship, there are many people at work you probably don’t care to be associated with but for the greater good of the company you find a way to work together. Doesn’t your family deserve as much?

Love is a decision, not a feeling. The romantic feelings of love that seem to overwhelm us in the beginning of a relationship are fleeting. Sometimes it can be sustained for years, for others the initial fire of early love ends much sooner. To decide to love someone is to remain devoted, loyal, faithful and considerate long after the fire of new love has been forgotten. Think of the decision to love as long burning embers that with time and attention continue to remain hot long after the flame has gone out.

Giving up is selfish when there are children to consider. To end your marriage because you are bored, lonely or disenchanted with your spouse is immature and selfish. Children deserve to live with and be loved by both their parents on a daily basis. Once you chose to have children you gave up the right to make decisions based on how you feel. Becoming a parent meant that every decision you make from the moment they were conceived would be in the best interest of the child.

Arguing is counter productive, learn to discuss things rationally and always leave the past in the past. Take all of the energy that would be spent arguing and use it to make improvements in your communication skills. If you and your spouse find it difficult to discuss issues without arguing, try talking while sitting near one another and holding hands. It is very hard to become angry when you are making intimate physical contact.
Try these suggestions and put them into practice in your marriage. Maybe we can turn the divorce rate around in our country. Maybe we can bring value back to the institution of marriage.

by: Cynthia Peterson
Feb 24, 2007

28 April 2008

My car was hit very hard ... !!!!

Memang ternyata hari gini tuh nggak cukup ya cuma kita yang berhati-hati kalau lagi berkendara di jalan Jakarta. Soalnya Jumat minggu lalu, tanggal 25 April 2008 sekitar jam 17.45 di daereh Casablanca depan puteran arah Sudirman depan Manhattan Hotel, ketika sedang macet mengantri muter tiba-tiba, ujug-ujug mak bedundu', mobil Swift Lavender kesayanganku bergetar sangat keras karena di tabrak ya tentunya dengan keras dari arah kiri belakang oleh sebuah mobil Escudo.

Ketika keluar dari mobil, eh ternyata eh ternyata, yang nabrak itu perempuan yang ketika itu kelihatan sangat panik dan ketakutan. Eh yang tadinya mau marah-marah seketika jadi ilfil gitu. Dan karena sore itu jalanan sangat ramai dan sempet bikin macet, maka aku giring lah si mobil Escudo itu ke jalan Denpasar di seberangnya untuk pembicaraan lebih lanjut.

Apa yang terjadi selanjutnya, yang ada eh si perempuan yang bernama Sully itu sangat panik dan malah minta tolong di bantu perbaikan mobilnya yang lumayan ringsek gara-gara nabrak mobil aku ... hmm, ada yang aneh kayaknya yaa... dia yang nabrak kok dia minta tolong sama yang ditabrak ... :-) Maksudnya dia sih, aku lapor ke asuransi bahwa aku yang nabrak mobil dia, jadi dia dapet hak untuk klaim pihak ke tiganya...loh kok enak???


Dan salah satu yang bikin aku panik adalah bensinya tiris banget bow. Rencananya sih emang pas perjalanan pulang mau mampir ke pom bensin dulu. Nah, begitu liat kerusakannya, yang ada tangki bensin nggak bisa dibuka, nah terus gimana dong isi bensinnya. Ya udah, terpaksalah numpang ngetem di rumah Pejompongan dengan perhitungan besok sabtunya atau minggunya aku ambil dibawa pulang dengan kondisi jalan yang sepi jadi konsumsi bahan bakarnya nggak banyak.

Tapi setelah dipikir-pikir, diputuskan untuk "memaafkan" si penabrak karena aku yakin dia juga nggak ada niat kok mau nabrakin mobilnya. Cuman memang tetep harus dikasih pelajaran dong..enak aja :-D

Jadi malam itu juga aku langsung lapor ke Asuransi bahwa mobilku ditabrak (bukan menabrak) jadi tidak mungkin ada klaim untuk pihak ketiga seperti yang diharapkan si penabrak. Dan hari Senin, tanggal 28 April 2008 mobilku terncinta telah masuk kebengkel untuk di percantik lagi seperti semula.

Jadi kesimpulannya adalah berhati-hati aja belum tentu selamet ... jadi gimana yang kurang atau nggak berhati-hati ya?